[AsaiKana #101]: Menjemput Pagi Bersama si Kecil

18 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Jalan-jalan pagi ini sudah menjadi aktivitas rutin bagi saya sebagai salah satu bentuk olahraga ringan, sebab untuk sementara waktu saya belum bisa melakukan olahraga berat.

Continue Reading

Media Partisan

29 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Idealnya media massa bertugas memberi pencerahan kepada publik, bukan justru melakukan penyesatan. Tapi, seperti kita lihat dan rasakan bahwa idealita tak selamanya sejalan dengan realitas. Dengan kata lain, harapan dan kenyataan tak selamanya berpadu dan justru beradu.

Continue Reading

[My Story #11]: Masjid Sulu Bayung

13 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Masjid Sulu Bayung, 2018

Pada umumnya di Aceh, setiap satu kemukiman memiliki satu masjid yang disebut sebagai masjid jamik. Para jamaah masjid ini berasal dari beberapa desa dalam wilayah kemukiman tersebut. Istilah lain yang sering digunakan untuk kemukiman adalah wilayah kemasjidan karena warga kemukiman tersebut melaksanakan ibadah di satu masjid.

Continue Reading

[Book Review #12]: Sutan Takdir Alisjahbana, Layar Terkembang

20 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Bagi kita yang pernah belajar bahasa dan sastra di sekolah tentu tidak asing dengan nama Sutan Takdir Alisjahbana yang dikenal sebagai pelopor Pujangga Baru. Selama hidupnya, selain buku-buku fllsafat, Alisjahbana juga telah menelurkan beberapa karya sastra. Beberapa karya lawas dari penulis ini sebagiannya telah pun kita ulas. Dalam tulisan kali ini, kita akan mencoba membuat review singkat salah satu karya terkenal dari Alisjahbana dengan tajuk *Layar Terkembang.*

Continue Reading

[Book Review #11]: A. D. Donggo, Di Persimpangan Jalan

19 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Koleksi @tinmiswary

Novel setebal 190 halaman ini ditulis oleh A.D. Donggo, seorang penulis yang pernah menjabat sebagai redaktur Majalah  Minbar Indonesia era 1950-an dan juga pernah menjadi redaktur di koran Suluh Indonesia pada era 1960-an. A. D. Donggo yang lahir di NTB pada 21 Desember 1931 juga pernah menjadi redaktur di beberapa media cetak lainnya yang terbit di Jakarta.

Continue Reading

[Book Review #10]: S. Takdir Alisjahbana, Anak Perawan di Sarang Penyamun

19 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Koleksi @tinmiswary

Roman dengan tajuk *Anak Perawan di Sarang Penyamun* ini ditulis oleh S. Takdir Alisjahbana pada pada tahun 1930an ketika ia masih muda. Roman yang hanya terdiri dari 112 halaman  ini diterbitkan pertama kali oleh Dian Rakyat pada 1940 dan telah mengalami beberapa kali cetak ulang sampai tahun 1991. Roman yang bercerita tentang para penyamun ini juga sudah pernah difilmkan oleh PERFINI yang dipimpin Umar Ismail.

Continue Reading

Inspirasi Menulis

37 Views

Tuan dan Puan Steemians…

[KM](http://khairilmiswar.com)

Sebuah tulisan tidak akan pernah menemukan wujudnya tanpa didahului oleh adanya inspirasi. Sehebat dan sekonyol apa pun seorang penulis tetap saja ia membutuhkan inspirasi untuk menggurat pikiran-pikirannya yang beterbangan menjadi sebuah tulisan yang layak dibaca. Secara lebih tegas, inspirasi adalah gerak awal yang menjadi penentu lahirnya sebuah tulisan.

Continue Reading

[Book Review #9]: S. Takdir Alisjahbana, Kalah dan Menang

21 Views

Tuan dan Puan Steemians…

*Kalah dan Menang* adalah sebuah roman yang ditulis dengan cukup serius oleh salah seorang sastrawan terkemuka di Indonesia, Sutan Takdir Alisjahbana. Roman setebal 486 halaman ini pertama kali terbit pada 1978 dan diterbitkan ulang pada 1981 oleh penerbit Dian Rakyat.

Continue Reading

Penjual Buku Keliling

30 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Selain hobi membeli buku, saya juga memiliki hobi menjual buku. Saya memperoleh kepuasan tersendiri ketika berhasil membeli buku-buku yang saya sukai. Kadang-kadang saya juga memaksa diri untuk tetap membeli ketika berhadapan dengan buku-buku berharga mahal. Persoalan harga akan segera terlupakan pada saat buku-buku itu menghadirkan kepuasan yang tak ternilai.

Continue Reading

[My Story #10]: Rutinitas

25 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Lebih kurang sudah 15 tahun saya menjalankan profesi sebagai guru sekolah rendah dengan status pegawai negeri. Profesi ini saya geluti sejak 2004 setelah dinyatakan lulus PNS pada Desember 2003 ketika Aceh masih dilanda konflik bersenjata.

Continue Reading