[My Story #12]: Gagal Jadi Keuchik

18 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Siang tadi di kampung kami, Cot Bada Baroh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, berlangsung pelantikan keuchik baru. Menyambut acara tersebut juga dilaksanakan kenduri dengan mengundang seluruh masyarakat kampung dan beberapa tokoh masyarakat kampung tetangga.

Acara pelantikan berlangsung pada pukul 11.00 Wib yang dilakukan oleh Camat Peusangan atas nama Bupati Bireuen. Acara berlangsung lancar tanpa kendala.

Pada awalnya, dua bulan lalu saya mendaftarkan diri sebagai calon keuchik (kepala desa). Setelah menyiapkan berkas dan menyusun “siasat politik” untuk suksesi pemenangan, tiba-tiba saja saya gagal mendaftar.

Kegagalan tersebut dilatari oleh cerewetnya Dinas P dan Kabupaten Bureuen. Sebagai guru yang bernaung di bawah Dinas P dan K saya memerlukan rekomendasi dari dinas untuk pindah tugas sebagai pegawai struktural, sebab status saya sebagai pegawai fungsional (guru) tidak bisa mencalonkan diri sebagai keuchik karena ada larangan dalam Qanun Aceh.

Usaha saya untuk pindah tugas tidak mendapat dukungan dari dinas dengan alasan “esmenenten” alias “dibuat-buat.” Berbagai usaha telah saya lakukan sampai menjumpai kepala dinas, tapi kepala dinas tetap pada prinsipnya. Saya juga menjumpai wakil bupati, awal nya ada harapan, tapi kemudian gagal juga.

Akibat proses pindah tugas gagal, saya pun batal mendaftar sebagai calon keuchik. Segala siasat yang sudah saya atur dengan timses di kampung akhirnya saya alihkan untuk adik saya. Alhamdulillah dalam proses pemilihan keuchik sebulan lalu adik saya menang.

Siang tadi dia pun dilantik sebagai keuchik kampung saya untuk periode enam tahun ke depan.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

[AsaiKana #110]: Caleg Medsos

20 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Ada banyak ragam strategi kampanye yang dilakukan para caleg guna meningkatkan elektabilitasnya, salah satunya melalui media sosial. Mereka berharap melalui strategi tersebut akan sukses terpilih sebagai anggota dewan.

Tidak dipungkiri bahwa media sosial memiliki peran besar melahirkan sosok-sosok “populer” dalam waktu singkat. Ada banyak sekali contoh untuk diurai terkait klaim ini.

Seperti kita lihat, sosok-sosok yang sebelumnya “gelap” tak dikenal, tiba-tiba saja populer hanya karena hobi update status di facebook. Seketika saja ia menjadi tokoh karismatik dengan sejumlah pengikut fanatik.

Bukan tidak mungkin kenyataan itulah yang kemudian mendorong sebagian caleg untuk berkampanye di media sosial. Tentunya bukan hanya caleg, bahkan calon presiden pun turut berselfi ria di media sosial.

Namun demikian, tulisan ini tidak bermaksud berdebat terkait efektivitas kampanye di media sosial, sebab debat semacam itu tidak akan memuaskan siapa pun. Lagi pula sudah ada peneliti yang memiliki kesimpulan sendiri-sendiri terkait efektivitas dimaksud.

Tulisan ini hanya ingin menyinggung beberapa oknum caleg yang terkesan larut di media sosial. Mereka tertipu oleh imajinasinya sendiri ketika berkampanye di medsos.

Mereka menghabiskan seluruh energinya di medsos berhari-hari, berbulan-bulan sampai akhirnya pemilu pun tiba tanpa mereka sadari. Akibat imajinasi dan harapan palsu mereka pun gagal melenggang ke kursi parlemen.

Kesadaran baru akan menyapa, ketika tak selembar pun nama mereka tercoblos di kotak suara. Saat itulah mereka baru mengerti bahwa pemilih itu ada di kampung-kampung dan di sudut kota, bukan di medsos; bukan di facebook dan bukan pula di twitter, apalagi instagram.

Kampanye medsos hanya berdampak pada popularitas, dan popularitas belum tentu berdampak pada elektabilitas. Dalam kenyataannya tidak semua yang dikenal itu dipilih. Dengan demikian, menjadikan medsos sebagai satu-satunya corong kampanye adalah tindakan bodoh, untuk tidak menyebut tolol, sebab pemilu tidak berlangsung di facebook.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

[AsaiKana #108]: Makelar Pemilu

20 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Secara sederhana dan singkat, istilah makelar dapat diterjemahkan sebagai perantara atau penghubung. Istilah tersebut juga serupa dengan agen atau pialang. Istilah makelar lazim digunakan dalam dunia perdagangan.

Continue Reading

[AsaiKana #107]: Beda Caleg dengan Pengemis

17 Views

Tuan dan Puan Steemians…

KBBI menerjemahkan kata “pengemis” sebagai orang yang meminta-minta. Dalam istilah yang lebih “agamis” pengemis dapat disebut sebagai “pencari sedekah.”

Continue Reading

[AsaiKana #106]: Kampanye Politik dan Kekuasaan

18 Views

Tuan dan Puan Steemians…

[Clasroom](https://classroomclipart.com/clipart-view/Clipart/Cartoons/politician-speaking-at-podium-cartoon-clipart-3516_jpg.htm)

Meskipun mengaku sebagai negara demokrasi, tapi terasa ada yang tidak adil di negeri ini. Mungkin ada banyak sekali ketidakadilan yang bisa diurai, namun tulisan ini memilih untuk mempersempit pembahasannya hanya dalam konteks politik praktis.

Continue Reading

[AsaiKana #105]: Politik Uang, Salah Siapa?

15 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Kita tentu tidak asing dengan istilah politik uang yang populer disebut *money politic.* Namun sampai saat ini kita belum menemukan informasi memadai sejak kapan politik uang ini dipraktikkan. Kita juga tidak tahu apakah ia muncul baru-baru ini atau telah menjadi “tradisi” sejak dari masa lalu. Saya pribadi menganggap tidak penting tentang apakah politik uang itu “tradisi” atau bukan. Yang penting diketahui adalah kenapa dan untuk apa politik uang itu dilakukan. Satu lagi, siapa yang patut disalahkan dengan munculnya praktik ini di pentas politik praktis.

Continue Reading

[AsaiKana #104]: Caleg Pelit dan Caleg Boros

19 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Siapa saja yang mencalonkan dirinya sebagai caleg pasti membutuhkan uang guna memuluskan aktivitas politiknya. Adalah omong kosong jika ada caleg yang menganggap uang tidak penting dalam kontestasi politik.

Continue Reading

Mengintip Bedah Novel Kura-kura Berjanggut di Serambi Budaya

15 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Hari ini, dari pagi sampai sore tadi saya hanya menghabiskan waktu di rumah bersama anak-anak. Saya tidak ke mana-mana. Ini adalah tradisi rutin di hari Minggu. Tapi, terkadang juga terjadi penyimpangan tradisi yang tidak disengaja. Syukur hari ini saya bisa bertahan di rumah.

Continue Reading

Pelatihan Menulis Esai di SMA Sukma Bangsa Bireuen

17 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Bersama para peserta

Pagi tadi (Jumat, 7/12/2018) saya bergerak menuju SMA Sukma Bangsa Bireuen yang lokasinya tidak begitu jauh dari Kota Bireuen. Saya tiba di lokasi sekira pukul 07.45 Wib. Masih lumayan pagi dengan kondisi lumayan dingin selepas hujan deras semalam.

Continue Reading

[AsaiKana #103]: Keinginan Menjadi Politisi

17 Views

Tuan dan Puan Steemians…

[The Peace Now](https://thepeacenow.wordpress.com/2012/07/02/lahirnya-demokrasi-di-era-pasca-soeharto-evolusi-ataukah-stagnansi/)

Ada beragam motif yang mendorong seseorang untuk bergabung dalam partai politik. Ada yang sekadar mencari pengetahuan tentang politik praktis; ada yang cuma ingin mencari pengalaman dan teman; ada yang hendak mempersiapkan diri sebagai tokoh atau minimal calon tokoh; dan ada pula yang didorong oleh keinginan untuk duduk di kursi kekuasaan formal semisal legislatif atau eksekutif.

Continue Reading