[AsaiKana #133]: Pasca 22 Mei (4)

33 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Wacana referendum yang sempat dimunculkan Muzakkir Manaf beberapa hari lalu mendapat reaksi dari Jakarta. Menteri Pertahan RI, Ryamizard Ryacudu seperti dirilis sejumlah media mengatakan tidak ada negosiasi dalam hal keutuhan NKRI. Dia juga mengingatkan Muzakkir bahwa dulu di Aceh pernah diberlakukan DOM.

Tanggapan lainnya datang dari Menko Polhukam, Wiranto. Menurut Wiranto, pernyataan mantan Panglima GAM itu akibat kekecewaan. Namun demikian menurut Wiranto, pernyataan referendum yang diutarakan Muzakkir Manaf dapat diproses hukum.

Sementara Moeldoko menyatakan agar pernyataan Muzakkir Manaf tidak ditanggapi berlebihan, sebab pernyataan itu hanya wujud kekecewaan, di antaranya karena menurunnya kursi yang diperoleh Partai Aceh pada Pileg 2019.

Tanggapan terkait wacana referendum ini juga datang dari salah seorang tokoh Aceh, Muhammad Nazar, yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2006-2011. Nazar menyatakan bahwa referendum yang disampaikan oleh Muzakkir Manaf tidak memiliki alasan-alasan logis sebab hubungan Aceh dan Jakarta sudah membaik.

Informasi lainnya, siang tadi (31/05/2019), Presiden Jokowi mengudang sejumlah purnawirawan TNI untuk membicarakan kondisi terkini tanah air, khususnya kondisi keamanan pasca Pilpres 2019. Menurut keterangan Wiranto di media, presiden mengundang para purnawirawan TNI untuk menerima masukan dari mereka.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

[AsaiKana #132]: Pasca 22 Mei (3)

45 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Kamis (30/05/2019) media mengabarkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, Kivlan Zein resmi ditahan oleh pihak kepolisian. Selain sangkaan makar, Kilvlan juga dikenakan pasal atas kepemilikan senjata api.

Sementara itu, kemarin (29/05/2019), Menteri Pertahan, Ryamizard Ryacudu dalam keterangannya menyatakan meragukan upaya pembunuhan terhadap beberapa tokoh nasional oleh tersangka perusuh sebagaimana disebutkan oleh pihak kepolisian. Ryamizard tidak yakin bahwa upaya pembunuhan itu benar-benar direnacanakan. Menurutnya, hal itu hanya gertakan dan tidak mungkin dilakukan.

Selain itu, Ryamizard juga meragukan keterangan yang menyebut Soenarko menyelundupkan senjata api. Dia menduga senjata yang dimiliki Soenarko berasal dari rampasan perang, sebab Soenarko sendiri adalah prajurit petempur yang sudah sering terlibat dalam operasi di Papua dan Aceh.

Sementara itu, Sulaiman B Ponto, dalam wawancara dengan TV One menyatakan bahwa penangkapan terhadap Kivlan Zein adalah upaya untuk memisahkan tokoh tersebut dengan massa. Menurutnya, sebagai mantan tentara, Kivlan memiliki kemampuan mengorganisir dan menyemangati massa.

Adapun penggunaan pasal makar, menurut Ponto, hal itu dilakukan agar yang bersangkutan bisa langsung ditangkap. Menurutnya hanya pasal makar yang bisa digunakan untuk menangkap seseorang. Adapun pembuktiannya apakah yang bersangkutan benar-benar melakukan makar atau tidak akan dilakukan di pengadilan. Jika nantinya tidak terbukti, maka ia bisa dibebaskan.

Ponto juga menjelaskan bahwa ada dua cara yang bisa dilakukan negara untuk menghadapi kasus-kasus semacam itu. Pertama dengan cara mencari pasal yang cocok, dalam hal ini pasal makar. Adapun cara kedua adalah dengan operasi senyap, di mana target langsung dilenyapkan.

Menurut Ponto, pada era Soeharto jarang digunakan pasal makar, sebab Soeharto lebih memilih tindakan senyap dan tanpa proses hukum.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

[AsaiKana #131]: Pasca 22 Mei (2)

31 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Hari ini (28 Mei 2019), pihak kepolisian telah mengumumkan kepada publik bahwa empat tokoh yang menjadi target pembunuhan oleh kelompok perusuh adalah Menko Polhukam, Wiranto; Menko Maritim, Luhut Panjaitan; Kepala BIN; dan Staf Ahli Kepresidenan. Adapun target lainnya adalah seorang pimpinan lembaga survei, tapi pihak kepolisian tidak bersedia menyebut nama sosok dimaksud.

Sementara itu, seorang mantan perwira TNI, Kivlan Zein juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan makar. Menurut pihak kepolisian, Kivlan akan segera menjalani pemeriksaan terkait tuduhan tersebut.

Di luar Jawa, tepatnya di Aceh, Ketua KPA dan juga mantan Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf menyampaikan seruan untuk melakukan referendum. Hal tersebut disampaikan dalam peringatan meninggalnya ideolog Aceh Merdeka, Hasan Tiro, di Banda Aceh.

Dalam keterangannya, Muzakkir Manaf yang kerap disapa Muallem menyatakan bahwa Aceh berhak meminta referendum seperti halnya Timor Leste. Dia mendasarkan pendapatnya pada kondisi Indonesia saat ini yang menurutnya sedang berada di ambang kehancuran.

Pernyataan Muallem ini tampaknya selaras dengan kondisi tanah air pasca kerusuhan 22 Mei. Oleh sebab itu menurut Muallem, Aceh harus diberikan hak untuk menentukan masa depannya.

Setelah pernyataan terkait referendum tersebut heboh, salah seorang mantan petinggi GAM yang juga mantan Menteri Pertahanan GAM, Zakaria Saman menyampaikan bantahannya. Menurut Zakaria Saman yang lebih dikenal dengan panggilan Apa Karya, Muzakkir Manaf tidak memiliki otoritas untuk menyatakan referendum. Menurutnya hal tersebut hanya bisa disuarakan oleh petinggi GAM seperi Malik Mahmud, Zaini Abdullah dan dirinya.

Sampai saat ini, perbincangan terkait referendum masih hangat diperbincangkan di Aceh, khususnya di media sosial.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

[AsaiKana #130]: Pasca 22 Mei

40 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Aksi 22 Mei masih menyisakan sejumlah misteri yang belum terungkap. Di antara misteri dimaksud adalah insiden meninggalnya beberapa orang dalam aksi demonstrasi di Jakarta. Misteri besar lainnya terkait dengan dalang kerusuhan dalam aksi demonstrasi yang semula berjalan damai yang belum juga terungkap.

Sampai saat ini, menurut pengakuannya, pihak kepolisian masih terus melakukan penelusuran dan pendalaman dari para tersangka perusuh yang ditangkap. Perkembangan terbaru menyebut bahwa dalam menjalankan aksinya para perusuh tersebut dibiayai oleh oknum tertentu.

Informasi lainnya menyatakan bahwa peluru yang menyasar para korban bukan berasal dari pihak kepolisian sebab terdapat perbedaan putaran peluru di tubuh korban. Ada pun terkait dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Brimob di Kampung Bali yang sempat viral telah dilakukan klarifikasi oleh pihak kepolisian. Dalam keterangannya pihak kepolisian menyatakan bahwa korban kekerasan tersebut bukan remaja yang meninggal dunia sebagaimana beredar di medsos, tapi seorang pria yang diduga membantu perusuh.

Kabar terbaru lainnya yang juga berasal dari kepolisian menyatakan bahwa para perusuh juga telah membuat perencanaan untuk membunuh beberapa tokoh nasional. Namun pihak kepolisian tidak merinci siapa saja tokoh dimaksud. Masih menurut kepolisian, pihak perusuh juga disebut menyusup ke dalam aksi demonstrasi dengan menggunakan rompi anti peluru bertuliskan polisi.

Sementara itu, media mengabarkan bahwa orang tua salah satu korban penembakan mengunjungi kantor DPR RI untuk menyampaikan laporan terkait insiden yang menimpa anaknya. Orangtua remaja korban penembakan tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Wakil Ketua DPR RI menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

[AsaiKana #129]: Kerusuhan 22 Mei 2019

43 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Aksi unjuk rasa yang digelar di Jakarta pada 22 Mei berakhir rusuh. Belum diketahui apakah para perusuh merupakan bagian dari massa aksi atau pihak lain yang menyusup. Sampai saat ini (25 Mei 2019) pihak kepolisian belum memberikan keterangan yang memadai terkait para perusuh.

Menurut informasi yang dirilis sejumlah media, ratusan perusuh telah ditangkap aparat kepolisian. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap para tersangka. Dugaan sementara para perusuh melakukan aksinya karena mendapat bayaran sejumlah uang dari sosok tertentu yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas.

Selain ditangkapnya para perusuh, media juga melansir ratusan korban kerusuhan yang saat ini sebagiannya masih dirawat di rumah sakit. Tidak hanya korban luka, sejumlah delapan orang juga dikabarkan meninggal dunia. Di antara korban meninggal diinformasikan tertembak peluru.

Sebelumnya, pemerintah juga telah memblokir media sosial sehingga publik kesulitan mendapatkan informasi alternatif dan hanya mengacu pada pemberitaan media-media maenstream. Namun setelah blokir media sosial berhasil ditembus oleh sebagian netizen dengan menggunakan aplikasi VPN, informasi yang awalnya tertutup pun mulai menyeruak.

Melalui media sosial, kita bisa menyaksikan beberapa tindakan kekerasan yang berlangsung pada 22 Mei. Tidak hanya kekerasan yang dilakukan oleh para perusuh, tetapi juga tindakan keras yang dipraktikkan oleh sebagian oknum aparat kepolisian. Di antara tindakan keras dimaksud dapat diketahui melalui beberapa video pengeroyokan oleh oknum aparat terhadap beberapa demonstran.

Sampai saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait benar tidaknya video yang beredar luas di media sosial. Selain itu, pihak kepolisian juga meminta masyarakat agar tidak menyalahkan polisi terkait sejumlah korban meninggal pada aksi 22 Mei.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

[AsaiKana #128]: Demonstrasi di Jakarta

27 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Sejak kemarin (21 Mei 2019) sejumlah massa melakukan demonstrasi di Kantor Bawaslu Jakarta. Seperti dikabarkan media, aksi ini berlangsung damai sampai malam hari. Setelah melakukan buka puasa, salat Magrib, Insya dan Tarawih, sejumlah massa tersebut membubarkan diri.

Namun beberapa saat kemudian, media mengabarkan bahwa telah terjadi kericuhan di beberapa titik. Laporan lainnya juga menyebut ada sejumlah massa yang mencoba masuk ke area Kantor Bawaslu. Aksi massa ini kemudian diadang oleh pihak kepolisian, di mana sejumlah orang ditangkap.

Hari ini (22 Mei 2019), sejak pagi tadi media sosial seperti facebook sulit diakses. Kondisi ini menyebabkan kita kesulitan mengetahui kabar terbaru yang terjadi di Jakarta.

Tidak diketahui pasti kenapa media sosial tersebut sulit diakses. Namun demikian ada dugaan bahwa ada pemblokiran oleh pemerintah untuk menghindari penyebaran hoax di media sosial yang dapat memicu amarah massa dengan informasi yang sengaja menyudutkan pemerintah.

Karena kondisi ini, pemantauan aksi yang berlangsung di Jakarta hanya bisa bisa diketahui melalui televisi, khususnya TV ONE yang menayangkan aksi-aksi yang terjadi di Jakarta.

Pagi tadi, televisi menayangkan aksi kericuhan yang terjadi di Petamburan Jakarta Barat dan juga di wilayah Tanah Abang. Televisi menayangkan aksi sejumlah massa yang melempari aparat keamanan dengan batu dan petasan. Mereka juga melakukan pembakaran beberapa unit mobil di Asrama Brimob.

Menjelang siang, sejumlah massa juga kembali melakukan demonstrasi di Bawaslu yang dihadiri ribuan orang. Demonstrasi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat.

Tidak hanya di Jakarta, menurut informasi aksi massa ini juga terjadi di Pontianak, di mana sejumlah massa membakar pos polisi. Aksi demonstrasi juga terjadi Medan Sumatera Utara yang melakukan aksi di kantor Bawaslu setempat.

Menyikapi kondisi tersebut sore tadi Presiden Jokowi telah melakukan konferensi pers di istana. Dalam keterangannya, Presiden meminta agar masyarakat tetap tenang. Presiden juga mengatakan akan melakukan tindakan tegas terhadap para perusuh.

Di Kertanegara, Capres Prabowo Subianto juga menggelar konferensi pers. Dia mengucapkan duka cita atas meninggalnya enam orang demonstran dan juga ratusan yang dirawat di rumah sakit. Prabowo mengimbau agar aksi demonstrasi berlangsung damai dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum.

Sampai dengan pukul 20.00 Wib malam ini massa masih bertahan di depan Kantor Bawaslu. Sementara di wilayah Petamburan juga masih terjadi kericuhan.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

[AsaiKana #127]: Kontroversi Hasil Pilpres 2019

25 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Seperti halnya Pilpres 2014, Pilpres 2019 juga menjadi pilpres paling gaduh pasca Indonesia merdeka. Kegaduhan ini telah dimulai sebelum kampanye pilpres dimulai. Kegaduhan terus berlanjut pada saat kampanye berlangsung. Kegaduhan-kegaduhan dimaksud juga tampak melebar di media sosial.

Uniknya, meskipun pemungutan suara pilpres telah usai dilaksanakan pada 17 April 2017, namun kegaduhan demi kegaduhan belum juga berhenti dan bahkan bertambah parah. Indikasi-indikasi kecurangan pun terus disuarakan sehingga menarik perhatian publik.

Kondisi semakin runyam ketika masing-masing pihak melakukan klaim kemenangan. Keadaan juga semakin parah dengan adanya hitung cepat dari beberapa lembaga survei yang “memenangkan” salah satu pasangan capres. Hasil hitung cepat ini kemudian mendapat penolakan dari pasangan capres yang dinyatakan kalah.

KPU selaku penyelenggara juga merilis hasil penghitungan suara melalui situsnya dengan hasil yang tidak jauh berbeda dengan hitung cepat lembaga survei, di mana pasangan Jokowi-Makruf muncul sebagai pemenang.

Menyikapi hasil tersebut, pasangan Prabowo-Sandi menyatakan menolak hasil Pilpres 2019 dengan dalih adanya indikasi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif. Tidak hanya itu, kelompok pendukung pasangan ini juga telah menyuarakan People Power untuk menuntut pemilu yang bersih.

Anehnya, wacana People Power ini kemudian melahirkan berbagai penafsiran negatif di kalangan pemerintah dan para pendukung Jokowi-Makruf, di mana gerakan tersebut dimaknai sebagai adanya upaya makar. Akibatnya beberapa tokoh yang diindikasikan melakukan “perlawanan” telah “dilumpuhkan” melalui aksi penangkapan oleh aparat pemerintah dengan sangkaan makar.

Upaya lainnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menyerukan agar masyarakat tidak bergabung dalam aksi People Power 22 Mei 2019. Seruan ini tidak hanya dilakukan oleh pejabat-pejabat pemerintah pusat, tetapi juga disambut oleh pemerintah daerah dengan yang mengeluarkan imbauan agar warganya tidak terlibat aksi People Power.

Bagiamana selanjutnya, kita lihat nanti.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

Perubahan Kolom Opini di Serambi Indonesia

45 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Beberapa waktu lalu media cetak terbesar di Aceh, Serambi Indonesia telah melakukan beberapa perubahan dalam tampilannya. Salah satunya pada Kolom Opini.

Sebelumnya di kolom tersebut berisi dua opini. Dalam setiap terbitannya selama ini Serambi Indonesia menerbitkan dua opini perhari yang ditulis berbagai kalangan. Opini-opini tersebut terbit dari Senin sampai Sabtu. Di waktu tertentu di bagian bawah kolom itu juga terbit Surat Pembaca melalui rubrik Droe Keudroe.

Sementara di halaman bagian depan terdapat Kolom Citizen Reporter yang berisi laporan-laporan perjalanan masyarakat Aceh yang berada di luar negeri. Umumnya laporan ini ditulis oleh mahasiswa Aceh yang sedang belajar di luar negeri.

Sejak beberapa waktu lalu, setelah terjadi perubahan, Kolom Opini yang awalnya berisi dua opini, saat ini hanya tersisa satu kolom. Dengan kata lain hanya satu opini yang bisa dimuat dalam satu hari.

Menurut keterangan pihak redaksi, hal ini dilakukan untuk menyediakan tempat bagi kolom Jurnalisme Warga yang berisi laporan-laporan masyarakat dari dalam negeri. Akibatnya halaman opini bagian bawah saat ini diisi oleh Jurnalisme Warga. Jadi, di halaman tersebut terdapat dua tulisan: satu Opini dan satu Jurnalisme Warga.

Di satu sisi perubahan ini telah memberikan kesempatan bagi segenap masyarakat untuk melaporkan berbagai kegiatan, kondisi daerah atau laporan-laporan lainnya dari dalam negeri melalui Jurnalisme Warga. Namun di sisi lain, penambahan tersebut telah berdampak pada semakin kurangnya tempat bagi tulisan yang berisi opini.

Padahal, untuk jenis laporan warga tersebut masih bisa ditampung di Citizen Reporter. Artinya, Kolom Citizen Reporter tidak harus berisi laporan dari luar negeri, tapi juga bisa dari dalam negeri, karena karakter tulisan di Jurnalisme Warga sama dengan tulisan Citizen Reporter. Perbedaannya hanya terletak pada lokasi pelaporan; dalam dan luar negeri.

Seandainya pihak redaksi memilih menggabungkan dua kolom tersebut, maka Kolom Opini masih bisa menerbitkan dua artikel perhari seperti media lain pada umumnya. Namun demikian, keputusan tertinggi tentunya berada pada redaksi.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

Penulis dan Kamus

42 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Kamus adalah salah satu referensi penting yang harus dimiliki oleh setiap penulis. Dalam dunia kepenulisan kamus menjadi acuan bagi penulis agar tidak terjadi penyalahgunaan bahasa dalam setiap teks yang ditulis.

Menulis dalam bahasa apa pun, kamus tetap diperlukan. Kamus dapat menyelamatkan penulis dari kekeliruan yang bersifat teknis. Meskipun bersifat teknis, namun kesalahan dalam penulisan sebuah kata tetap saja menganggu pembaca, khususnya pembaca yang melek bahasa.

Kesalahan penulisan kata ini tentunya sering kita temui, bahkan dalam media-media besar sekali pun. Kita mungkin pernah menemukan judul berita: “Polisi Menghadang Demonstran.” Sekilas tampak biasa saja, tapi jika merujuk ke kamus, kata-kata hadang (menghadang) tidak ada dalam kamus, yang ada adalah kata “adang” sehingga menjadi “mengadang.”

Demikian pula dengan kata hutang, hembus, isteri, putra, kadaluarsa dan seterusnya adalah contoh-contoh kesalahan penggunaan kata. Dalam KBBI kata-kata tersebut tertulis: Utang, embus, istri, putra dan kedaluarsa. Ini hanya sekadar contoh. Namun demikian kesalahan kata-kata ini sama sekali tidak mengubah makna sebab ia telah terpahami oleh pembaca. Kendati begitu, tidak ada salahnya jika kesalahan dimaksud diperbaiki.

Untuk penulisan dalam bahasa Indonesia, rujukan yang sering dipakai adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kamus ini sendiri selalu mengalami pembaruan dari waktu ke waktu.

Oleh sebab itu kamus bukanlah kitab suci yang sakral, sebab ia selalu mengalami perubahan. Namun demikian seorang penulis yang baik haruslah merujuk pada kamus.

Dalam praktik menulis, aksi merujuk ke kamus tidak perlu dilakukan di awal sebab ia akan menganggu proses kelahiran ide yang biasanya tiba-tiba dan sekejap. Kegiatan merujuk kamus dapat dilakukan ketika pokok-pokok pikiran sudah selesai ditulis sehingga ia tidak menganggu kerja-kerja menulis.

Untuk saat ini kegiatan merujuk kamus sudah terbilang mudah. Saat ini penulis tidak perlu lagi membuka lembaran-lembaran KBBI yang halamannya seribu lebih. Dengan kemajuan teknologi sekarang kita bisa mendownload aplikasi KBBI yang ada di playstore.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

Buka Puasa Bersama Steemians di Tahun Kering

32 Views

Tuan dan Puan Steemians…

Dulu, ketika harga Steem/SBD masih menggembirakan, Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh Steemians untuk melangsungkan buka puasa bersama. Hal ini terbilang wajar, sebab buka puasa bersama cuma bisa dilakukan di Bulan Ramadan, tidak bisa di bulan lain. Adapun dalam momen-momen puasa sunat di luar Ramadan sangat tidak lazim digelar buka bersama.

Itu dulu. Bagaimana dengan sekarang di kala harga Steem/SBD masih merajuk pada angka menyedihkan? Masih mungkinkah buka puasa bersama para Steemians dilangsungkan? Tentu sulit untuk menemukan jawaban yang memuaskan.

Sejauh ini, belum ada informasi akan adanya buka puasa bersama di chapter-chapter KSI yang tersebar di seluruh Indonesia. Ironisnya lagi, chapter-chapter dimaksud saat ini justru telah dilanda sepi kepanjangan yang entah kapan akan berakhir.

Di KSI chapter Bireuen misalnya, sejauh ini juga belum ada inisiatif dari para Steemians untuk menggagas buka puasa bersama seperti tahun sebelumnya. Padahal tahun lalu, buka puasa bersama yang dilaksanakan KSI Bireuen lumayan semarak. Entah pula dengan KSI lainnya? Mungkin lebih hebat lagi.

Dalam kondisi seperti saat ini memang sulit mengumpulkan donasi untuk buka puasa bersama mengingat harga Crpyto yang diandalkan di platform ini masih saja berantakan dan memprihatinkan. Bahkan beberapa Steemians telah undur diri dan kembali ke habitatnya masing-masing. Mereka telah meninggalkan hiruk-pikuk Steemit yang dalam satu tahun terakhir terus terpuruk.

Namun demikian kita masih berharap ada beberapa Steemians yang menggagas buka puasa bersama sebagai medium diskusi ringan sembari haha hihi di tengah kondisi Steem yang kian kering.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…