Pemangsa Dana Kampanye

[Scoopnest[(https://www.scoopnest.com/user/satishacharya/693262782116995073-the-murder-of-democracy-mailtoday-cartoon-arunachalpradesh)
147 Views

Bagi politisi semisal caleg, cabup, cawalkot, cagub sampai capres berserta calon wakil-wakilnya, musim pemilu tidak hanya menguras energi dalam bentuk kerja keras, tapi sekaligus menjadi wadah untuk menghabiskan sejumlah uang dalam arena kampanye. Untuk mencapai hasil yang maksimal tentunya biaya politik yang dikeluarkan pun harus maksimal pula.

Terlepas dari mana sumber-sumber dana itu, apakah uang pribadi, sumbangan atau hasil ngutang, yang jelas sejumlah biaya tersebut akan “hangus” atau lebih tepat “dihanguskan” di pentas politik. Jika si calon nantinya menang bukan tidak mungkin uang-uang yang sudah hangus itu akan disegarkan kembali melalui berbagai usaha yang sudah sama-sama kita mengerti. Sebaliknya, jika si calon itu kalah, maka ada dua keadaan yang harus diterima; jika ia sehat maka ia membayar utang-utangnya dan jika tidak sehat ia harus menginap di RSJ.

Lantas ke mana mengalirnya uang para politisi? Pertanyaan ini tidak perlu dijawab sebab jawabannya akan terus berubah menyesuaikan diri dengan zaman dan kepandaian manusia. Namun demikian, dalam kaitannya dengan kontestasi politik praktis yang melibatkan banyak massa sebagai pemilih, posisi tim sukses alias “tenaga kerja kampanye” tentunya sangat penting.

Tim sukses sebagai perpanjangan tangan para politisi yang “ingin naik” memiliki peran besar dalam menyukseskan tuannya di pentas politik. Salah satu peran yang tidak lelah-lelahnya dimainkan tim sukses (mungkin oknum) adalah memangsa dana kampanye.

Dalam praktiknya, oknum tim sukses yang berperan sebagai pemangsa dana kampanye tidak pernah peduli dengan nasib tuannya. Tugasnya adalah memangsa dan memangsa. Terus dan terus.

Aksi memangsa dana kampanye ini biasanya dilakukan dengan sangat rapi dan penuh perencanaan sehingga si politisi terus “mabuk” dengan mantra-mantra yang dijampi oleh oknum tim sukses.

Akhirnya apa yang terjadi? Setelah pemilu, politisi mengurut dada karena mobil, rumah, sepeda butut sampai mas kawin telah hilang ditelan angin, sementara si pemangsa dana kampanye bersuka ria dengan mobil baru, rumah baru, sepeda baru sampai istri baru.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

Senandung Jampoek

Senandung Jampoek Penulis: Khairil Miswar Penerbit: Kawat Publishing ISBN: 978-602-50591-7-9 Cetakan: Pertama, 2020 Tebal: 282 halaman. Harga: Rp. 55.000 (Pingiriman wilayah Aceh + ongkir Rp. 5000). Minat Hubungi WA: 081360660766
khairilmiswar
About khairilmiswar 281 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*