Hari Raya Bagi Anak-Anak

321 Views

Hari Raya Idul Fitri sering disebut sebagai hari kemenangan bagi umat Islam karena telah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Sebagian ulama menyatakan Idul Fitri sebagai momen kembali kepada kesucian. Sementara sebagian lainnya menyebut Idul Fitri sebagai hari berbuka, sebab di hari itu umat Islam tidak lagi berpuasa. Terlepas pemaknaan mana yang kita yakini, yang jelas Idul Fitri adalah hari raya bagi seluruh umat Islam.

Idul Fitri tidak hanya dirayakan oleh orang-orang dewasa, tapi juga anak-anak. Bahkan, jika dibandingkan dengan orang dewasa, nuansa hari raya justru lebih dirasakan oleh anak-anak. Tidak hanya nuansa religius, tapi juga kegembiraan.

Ketika memasuki Ramadan, pertanyaan yang sering muncul dari anak-anak adalah kapan hari raya? Pertanyaan ini menjadi penanda bahwa hari raya adalah hari yang sangat dinantikan oleh mereka. Bahkan ada sebagian anak-anak yang sengaja mencatat hari-hari Ramadan yang telah dilaluinya untuk mengetahui berapa hari lagi hari raya itu tiba.

Sebagian anak-anak, meskipun belum cukup umur juga tampak bersemangat menjalankan puasa bulan Ramadan dengan harapan bisa berhari raya. Bagi mereka, hari raya adalah kegembiraan.

Anak-anak mengambarkan hari raya sebagai puncak dari hari-hari yang ada. Di hari itu mereka bisa menggunakan pakaian baru, mendapat tambahan uang jajan, bisa makan kue enak dan tentunya kesempatan untuk bermain bersama teman.

Bagi anak-anak kampung, salah satu agenda penting di hari raya adalah bermain ke kota. Biasanya mereka sudah menabung uang sekian lama untuk bisa bermain di kota terdekat sembari membeli mainan yang mereka sukai.

Melihat hari raya anak-anak yang penuh kegembiraan, ada sebagian orang dewasa yang ingin kembali menjadi anak-anak. Tapi saya tidak termasuk dalam golongan mereka.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

khairilmiswar
About khairilmiswar 283 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*