Caleg dan Ilusi

[Clasroom](https://classroomclipart.com/clipart-view/Clipart/Cartoons/politician-speaking-at-podium-cartoon-clipart-3516_jpg.htm)
155 Views

Khususnya caleg-caleg muda yang baru mengawali karier dalam pentas politik praktis cenderung hanyut dalam ilusi yang kemudian berujung pada delusi. Semangat yang membara dan bahkan menyala-nyala sering kali membuat mereka larut dalam mimpi-mimpi di siang hari. Mimpi yang sama sekali jauh dari kenyataan.

Menjelang musim politik, tak sedikit caleg-caleg baru yang terpana, terpesona dan bahkan tepredaya dengan alunan hikayat yang dimainkan oleh para tim sukses. Siang malam pagi petang mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendengar laporan demi laporan tentang kemenangan yang akan diraih di masa depan. Dalam kondisi tertentu sebagian oknum tim sukses telah pula sukses menjadi pelakon sandiwara paling mahir sejagat yang mampu mematahkan nalar caleg melalui “jampi-jampi” yang memikat.

Di musim pemilu, oknum caleg-caleg muda seperti kehilangan akal sehat dan menyerahkan sebagian kesadarannya pada rayuan manja para oknum tim sukses yang pada hakikatnya hanya mencari sesuap nasi dari “belas kasihan” caleg yang menaruh harapan pada bayangan kursi di parlemen dengan seperangkat “kenikmatan” yang melekat.

Sebagian oknum caleg-caleg baru akan terkesima, tercengang-cengang dan termangu-mangu ketika mendengar kata “massa” dan “dukungan” yang keluar dari mulut oknum tim sukses. Kata-kata itu seperti mengandung aura mistis sehingga memengaruhi psikologi caleg di musim-musim politik. “Itu massa kita” atau “Satu kampung sudah memberikan dukungan” adalah sebagian dari banyak mantra yang efektif meluluhkan hati caleg yang dilanda “asmara” kursi parlemen.

Kita tentu sering melihat beberapa oknum caleg baru yang menghabiskan uang di kedai kopi beratus-ratus ribu bahkan sampai berjuta-juta karena disangkanya pemilik warkop dan seluruh pengunjung adalah pendukung setianya sebab mereka menebar senyum manis nan manja ketika si caleg memasuki warkop. Jiwanya semakin tersentak dan bahkan terharu ketika melihat poster dengan wajahnya terpajang di dinding-dinding warkop. Ia teperdaya sembari berteriak dalam hati, “Selangkah lagi kursi parlemen.”

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

khairilmiswar
About khairilmiswar 283 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*