Berkat SteemPress, Blog Kembali “Berkibar”

146 Views


Tuan dan Puan Steemians…

Sejak dikenalkan oleh @acehpungo dua minggu lalu di Chek Yuke Cafee Pinggir Kali Banda Aceh, sampai saat ini saya masih tetap bertahan menggunakan SteemPress.

Plugin yang dikembangkan @howo dan @fredrikaa ini telah membantu saya untuk kembali mengaktifkan blog yang selama ini terbengkalai.

Terbengkalainya blog ini disebabkan oleh beberapa alasan yang sebagiannya justru saya “buat-buat.”

Sebelum berkenalan dengan WordPress, sejak tahun 2009 saya membuat blog gratisan di blogspot. Blog saya [patahkekeringan.blogspot.com](http://patahkekeringan.blogspot.com) sudah aktif sejak 2009. Waktu itu saya menggunakan blog gratisan ini untuk menyimpan tulisan-tulisan saya yang sudah terbit di media cetak dan online. Saya menjadikan blog ini sebagai “perpustakaan.”

[patahkekeringan.blogspot.com](http://patahkekeringan.blogspot.com)
Sampai saat ini blog [patahkekeringan.blogspot.com](http://patahkekeringan.blogspot.com) masih terus mengudara dan sudah ada kurang lebih 500 artikel yang tersimpan di sini. Tapi sejak berkenalan dengan Steemit, saya menjadi kekurangan waktu untuk mengupdate blog ini.

Pada tahun 2012 saya “tergoda” untuk memiliki blog berbayar. Saya pun membeli domain dan hosting di internet. Dengan kemampuan sekadarnya saya pun mengolah blog tersebut. Di sinilah saya pertama kali berkenalan dengan WordPress. Tapi sayangnya, blog saya ini hanya berumur satu tahun dan kemudian “padam.”

Awalnya, saya mengaktifkan blog berbayar tersebut untuk diisi dengan artikel-artikel baru agar tidak bercampur dengan artikel di blogspot. Tapi saya punya satu “penyakit.” Saya lebih suka mengirim artikel ke koran daripada memostingnya di blog. Akhirnya blog WordPress berbayar itu pun menemui “ajalnya.”

Pada tahun 2015, dengan berbagai alasan, saya pun kembali membeli domain dan hosting. Saya kembali menginstal WordPress di blog [khairilmiswar.com](http://khairilmiswar.com). Saya bersyukur, blog ini masih bertahan sampai hari ini. Agar blog ini tetap “menyala,” saya terus memperpanjang dengan membayar sejumlah biaya kepada penyedia layanan.

Postingan terakhir 2017

Blog [khairilmiswar.com](http://khairilmiswar.com) saya gunakan sebagai media pribadi untuk menulis hal-hal yang menurut saya “harus ditulis.” Dan seperti diketahui, tidak semua tulisan kita layak dan bisa diterbitkan di media cetak atau pun online. Untuk tulisan-tulisan “tak layak” inilah saya menggunakan [khairilmiswar.com](http://khairilmiswar.com).

Tidak hanya untuk tulisan “tak layak,” saya juga menggunakan [khairilmiswar.com](http://khairilmiswar.com) untuk “menulis cepat” menyikapi isu-isu tertentu. Sebab jika saya mengirimkannya ke media, penerbitannya akan tertunda sehingga tulisan tidak lagi relevan dengan isu yang berkembang.

Tapi, sama halnya dengan [patahkekeringan.blogspot.com](http://patahkekeringan.blogspot.com), blog [khairilmiswar.com](http://khairilmiswar.com) pun akhirnya terbengkalai setelah saya bersentuhan dengan Steemit.

Sejak berkenalan dengan Steemit, saya terus saja memosting tulisan setiap hari, tanpa jeda. Bahkan beberapa platform media keroyokan seperti [kompasiana](https://kompasiana.com/khairilmiswar) dan [qureta.com](https://www.qureta.com/profile/tulisan/Khairil%20Miswar) pun tidak lagi “terurus.” Saya hanya menulis sesekali di sana untuk memelihara eksistensi akun.

Kompasiana
Qureta.com

Kembali ke Steemit dan blog. Seperti telah kita singgung, blog [khairilmiswar.com](http://khairilmiswar.com) sudah terbengkalai sejak tahun 2017. Tulisan terakhir di sana tentang sinopsis buku saya yang saat itu baru terbit. Setelah itu tidak ada lagi tulisan baru di blog [khairilmiswar.com](http://khairilmiswar.com).

Saya bersyukur dengan informasi tentang SteemPress dari @acehpungo. Melalui plugin ini blog saya kembali berkibar. Tulisan-tulisan baru pun sudah kembali menghiasi laman blog [khairilmiswar.com](http://khairilmiswar.com).

Kembali berkibar

Akhirnya saya juga ingin berterima kasih kepada @howo dan @fredrikaa atas inisiatif mereka untuk kembali menyemarakkan dunia bloger melalui kurasi dari @steempress-io. Semoga saja program ini bisa berlanjut.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

khairilmiswar
About khairilmiswar 283 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*