Teman Baru

116 Views

Jika teman lama adalah mereka yang menemani kita di masa lalu, maka teman baru adalah mereka yang menyertai kita masa kini dan (mungkin pula) di masa depan.

Dalam pengertian yang paling sederhana, teman baru adalah sosok-sosok yang awalnya asing bagi kita. Keasingan ini bukan karena jauhnya mereka dari tempat kita berdiri, tapi kita terasing dalam interaksi. Kemudian, karena alasan tertentu sosok-sosok itu pun menjadi dekat, atau mungkin mendekatkan diri dengan kita.

Karena kondisi kehidupan yang terus berubah, hubungan dengan teman-teman baru memang tidak bisa dielakkan untuk tidak menyebut satu kemestian. Teman-teman baru akan selalu hadir dalam kehidupan kita, baik kini maupun nanti, kecuali bagi kita yang memang sengaja menutup diri.

Adakalanya kita menggagas sendiri hubungan pertemanan dengan sosok-sosok baru dalam kehidupan kita, dan di lain waktu bukan tidak mungkin sosok-sosok baru itu yang akan mencoba mendekati kita. Dalam proses kesalingan inilah tali pertemanan itu terikat atau mengikatkan diri.

Pada dasarnya keberanian untuk membina pertemanan dilatari oleh dugaan adanya kecocokan antara kita dan sosok-sosok baru. Ada pun hasrat pertemanan seringkali dilandasi oleh adanya kepentingan yang diharapkan akan tercapai melalui jalan pertemanan dengan sosok tersebut.

Usia pertemanan dengan sosok baru sangat tergantung pada sejauh mana keharmonisan dan kecocokan dapat dipertahankan. Ada kalanya teman-teman baru ini akan menjelma sebagai sahabat seiring perjalanan waktu. Bahkan ada pula yang meningkat menjadi kekasih. Dan tidak sedikit pula yang kemudian berubah menjadi musuh sehingga pertalian hati pun putus.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

Senandung Jampoek

Senandung Jampoek Penulis: Khairil Miswar Penerbit: Kawat Publishing ISBN: 978-602-50591-7-9 Cetakan: Pertama, 2020 Tebal: 282 halaman. Harga: Rp. 55.000 (Pingiriman wilayah Aceh + ongkir Rp. 5000). Minat Hubungi WA: 081360660766
khairilmiswar
About khairilmiswar 281 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*