Buku Sebagai Kekasih

Koleksi @tinmiswary [.](http://khairilmiswar.com)
161 Views

Tampaknya kita sepakat bahwa buku adalah salah satu saluran untuk menyerap pengetahuan. Karena kita telah sepakat, maka tidak perlu lagi dihadirkan bukti-bukti guna membenarkan pernyataan ini. Pernyataan ini tidak hanya benar secara teoritik, tapi juga terbenarkan dalam praktik (pengalaman).

Buku bisa menjadi guru, teman dan juga penghibur. Disebut guru karena buku menyuguhkan berbagai informasi yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya. Disebut teman karena buku akan senantiasa mendampingi perjalanan intelektual seseorang. Sebagai penghibur, buku juga berperan menghadirkan kegembiraan bagi para pengagumnya

Bagi yang sudah akrab dengan buku akan merasa kesepian jika sehari saja tidak membaca. Baginya membaca adalah kenikmatan. Tidak ada istilah bosan. Justru membaca buku menjadi penawar bagi kebosanan.

Ada banyak sekali kisah keakraban manusia dengan buku-buku. Kisah-kisah ini juga bisa dibaca melalui buku-buku. Bahkan ada di antara mereka yang menjadikan buku layaknya kekasih yang menemaninya sepanjang waktu.

Koleksi @tinmiswary

Wakil Presiden Indonesia pertama, Mohammad Hatta adalah salah seorang intelektual yang dikenal akrab dengan buku. Bahkan ketika dia menikah, ada yang menyebut istrinya sebagai istri kedua, sebab istri pertamanya adalah buku.

Keakraban dengan buku akan menyuburkan ingatan, merawat pikiran, membetulkan logika, melatih kesabaran, membunuh kesombongan dan menjaga kewarasan.

Sudah saatnya mengganti kebiasaan menyebar hoax dengan mengalihkan perhatian pada buku-buku. Mari jadikan buku sebagai kekasih.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

Senandung Jampoek

Senandung Jampoek Penulis: Khairil Miswar Penerbit: Kawat Publishing ISBN: 978-602-50591-7-9 Cetakan: Pertama, 2020 Tebal: 282 halaman. Harga: Rp. 55.000 (Pingiriman wilayah Aceh + ongkir Rp. 5000). Minat Hubungi WA: 081360660766
khairilmiswar
About khairilmiswar 281 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*