Jilatan Terakhir

Cot Buket
360 Views

Kuasa adalah nyawa bagimu. Dengan kuasa kau hidup. Dengan kuasa pula kau menuntut sembah dari ribuan budak yang setia menghamba. Tanpa kuasa, hidupmu terasa mati, seperti ranting kering ditiup angin. Tak ada harga. Terbang dan jatuh berlumpur tanah. Tanpa kuasa, engkau hanyalah debu. Bahkan lebih kecil dari itu.

Ketika kuasa kau peluk, berurut sembah datang menurut. Menunduk layu pada suaramu yang menyeru. Sembah itu terus kau buru sepanjang waktu. Terus saja budak-budak itu kau rayu. Menjilat pantatmu tanpa malu. Sebab jilatan budak adalah napas bagimu. Napas yang akan mengekalkan usiamu sehingga kuasamu abadi.

Engkau tampak gagah di hadapan mereka. Para budak yang mati rasa. Di mata budakmu, engkau adalah kejora penuh cahaya. Engkau adalah raja. Kuasamu terus saja mencengkeram dan mengikat mereka dalam ketaatan buta. Ketaatan pada selaksa kuasa yang meraba-raba.

Akhirnya engkau terlena dalam jilatan yang berlipat-lipat. Dalam semburan liur lidah menjulur. Engkau tergoda dengan sujud sembah budak durjana. Engkau tertipu dengan merdu suara hamba celaka. Engkau teperdaya dalam puji petaka.

Dan engkau terus saja terlena, mengenang megah singgasana.

Terus dan terus saja engkau begitu. Larut dalam keasyikan kuasa. Sampai tiba suatu masa, kuasa pergi tak kembali. Barulah engkau mengutuk diri. Mencaci maki tak guna lagi. Sebab budak telah pun pergi.

Jilatan telah berakhir! KuasamuĀ  terbang entah ke mana. Tiba masa engkau mula menghamba. Menyambung sembah ke lain raja.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

Senandung Jampoek

Senandung Jampoek Penulis: Khairil Miswar Penerbit: Kawat Publishing ISBN: 978-602-50591-7-9 Cetakan: Pertama, 2020 Tebal: 282 halaman. Harga: Rp. 55.000 (Pingiriman wilayah Aceh + ongkir Rp. 5000). Minat Hubungi WA: 081360660766
khairilmiswar
About khairilmiswar 281 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*