Demokrasi Kurang Ajar

[The Peace Now](https://thepeacenow.wordpress.com/2012/07/02/lahirnya-demokrasi-di-era-pasca-soeharto-evolusi-ataukah-stagnansi/)
176 Views

Pasca Soeharto lengser, napas demokrasi semakin terasa di Indonesia. Kebebasan berpendapat pun telah menemukan wujudnya.

Sebelumnya demokrasi dan kebebasan hanya menjadi cerita yang terkurung dalam kalimat-kalimat mati. Demokrasi dan kebebasan hanya ada dalam kurikulum dan buku pelajaran.

Sikap politik Soeharto yang “mengalah” pada gejolak massa telah membuka jalan bagi lahirnya Indonesia baru yang mengusung panji reformasi. “Keikhlasan” Soeharto menjadi alarm berakhirnya otoritarianisme penguasa yang telah terpacak selama tiga dekade dari Sabang sampai Marauke.

Saat ini sudah dua puluh tahun Soeharto lengser. Sudah dua puluh tahun pula kita menikmati demokrasi dan kebebasan. Sudah dua puluh tahun kita bebas berteriak dan bersuara lantang tanpa rasa takut.

Demokrasi dan kebebasan yang di masa Soeharto tak berdenyut telah pun berdetak kencang mengguncang dan berkobar-kobar.

Demokrasi dan kebebasan yang dulunya mati telah tumbuh berkembang menjalar-jalar mengawal reformasi kita yang semakin tua. Demokrasi kita telah mencapai puncak kejayaannya dalam dua dasawarsa. Demokrasi kita terus bergerak.

Scoopnest

Demokrasi dan kebebasan yang dulunya kita impikan telah menembus titik klimaks. Sebentar lagi ia akan terjun bebas menuju demokrasi baru–demokrasi yang kurang ajar dan membabi-buta.

Saat ini kita menyaksikan sendiri bagaimana liarnya demokrasi dan kebebasan yang dulunya kita sanjung dan puja.

Dengan demokrasi kita saling memaki, saling menuding dan saling bermusuhan. Dengan kebebasan kita saling menghantam dan memaksakan kehendak.

Dengan demokrasi kita memprovokasi dan mengintimidasi. Dengan kebebasan kita saling melukai dan bersangar muka.

Kita semakin kurang ajar!

Dulu kita bermimpi demokrasi akan mempersatukan anak bangsa. Dulu kita berimajinasi bahwa kebebasan akan menghadirkan kebahagiaan.

Ternyata, demokrasi telah memisahkan kita dan kebebasan telah menjadi neraka.

Kurang ajar!

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

Senandung Jampoek

Senandung Jampoek Penulis: Khairil Miswar Penerbit: Kawat Publishing ISBN: 978-602-50591-7-9 Cetakan: Pertama, 2020 Tebal: 282 halaman. Harga: Rp. 55.000 (Pingiriman wilayah Aceh + ongkir Rp. 5000). Minat Hubungi WA: 081360660766
khairilmiswar
About khairilmiswar 281 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*