Jadikan Aku Sekuntum Saja

Foto: @tinmiswary
74 Views

Angin berembus pelan menyisir tangkai-tangkai bunga yang menari-nari. Ia meniup hawa dingin menghibur bunga yang terkurung sepi.

Seekor kumbang tampak terbang kian kemari. Menatap kuncup yang masih layu. Sudah lama hujan tak menyiram bumi. Taman bunga telah pun kering.

Kumbang terus terbang melayang. Mencari singgahan penghibur diri. Terbang dan terus terbang bertinggi rendah menebar pandang.

Sayap kumbang mulai lelah. Tak ada hentian menarik hati. Dia pun terbang lagi menyisir taman.

Rindu harum sudah tak tertahan. Cepatlah bunga menguntum mekar. Sambut kumbang datang merayu.

Source: [Dreams Time](https://www.dreamstime.com/stock-photo-black-red-striped-beetle-sits-white-flower-garden-beautiful-image95015250)

Sekuntum bunga memanggil kumbang. Tersentak kumbang melepas pandang.

Janganlah bunga hanya melagu. Sambut diriku di taman ini. Mari kemari memeluk diri. Sepagi tadi telah menanti.

Tegaklah bunga di pojok taman. Kuncup mengembang memekar lagi. Memanggil kumbang datang kemari.

Terbanglah kumbang menjemput bunga. Mogalah bunga terpaut hati. Menyisih harum sekali lagi. Tak tahan kumbang asing sendiri.

Hinggaplah kumbang di tangkai bunga. Menjemput harum penunggu taman. Bunga pun mekar tersenyum lagi.

Wahai kumbang penghibur diri. Peluk diriku sepuas hati. Harum wangiku tak pernah terbagi. Hanya untukmu si kumbang pagi.

Janganlah ragu hai bunga taman. Sebab diriku tak jauh pergi. Setaman bunga tak kuhirau lagi. Hanya wangimu kekal abadi.

Source: [Oboi](https://oboi.tochka.net/ua/20309-tyulpany-pod-dozhdem/)

Baiklah kumbang kepegang janji. Jangan diriku ditinggal lagi. Sekali janji Engkau pungkiri, seabad nanti kututup hati.

Ingat pesanku hai kumbang pagi. Jadikan aku sekuntum saja!

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

khairilmiswar
About khairilmiswar 301 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*