Motivasi Menulis bagi Santri/ Siswa SMA IT Al-‘Arabiyah

132 Views

Beberapa hari lalu dalam rangka mengurus syarat-syarat sekaligus mendaftar yudisium di Pascasarjana UIN Ar-Raniry, saya pun bergerak ke Banda Aceh. Proses pengurusan syarat-syarat seperti surat bebas pustaka dan lain-lain baru selesai selama dua hari. Saya baru bisa mendaftar yudisium pada 7 Agustus kemarin.

Hari pertama sampai ke Banda Aceh, seperti biasa saya menulis status facebook bahwa saya sedang berada di sana. Tujuannya juga seperti biasa, untuk memberi tahu kawan-kawan sekaligus menunggu ajakan ngopi sembari bersantai bersama mereka.

Senin sore (5/8/19) seorang teman yang saya kenal di facebook menghubungi saya via inbox. Setelah memberikan nomor WA, kami pun berkomunikasi lewat aplikasi tersebut.

Teman itu, Fazel Haitamy, meminta saya untuk memberikan sedikit motivasi kepada siswa SMA IT Al-‘Arabiyah di Limpok yang berlokasi di bekas lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah Qatar. Karena donasi dari pemerintah Qatar terhenti akibat “blokade” Arab Saudi, untuk mengisi kevakuman, saat ini fasilitas itu pun digunakan sebagai SMA IT Al-‘Arabiyah sekaligus pesantren.

Ba’da Magrib, Fazel menjemput saya di sebuah penginapan murah, tempat saya menginap, pas di depan Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry. Menurut rencana acara diskusi dengan para santri dilakukan setelah Isya. Dan kami pun menuju ke arah Limpok.

Sembari menunggu mereka salat Isya berjamaah, saya bersantai sejenak di ruang kepala pesantren/SMA IT tersebut. Kebetulan saya sudah melakukan salat jama’ pada Magrib tadi.

Selesai mereka salat, saya dan Fazel menuju sebuah ruangan di lantai dua pesantren itu. Di sana para santri telah duduk manis. Mereka duduk di lantai. Di bagian depan tersedia kursi dan meja. Di sanalah kami mendarat.

Setelah dilakukan pembukaan oleh Fazel dan sedikit perkenalan, saya pun diminta mengisi diskusi. Karena dihubungi tiba-tiba sore itu dan acaranya digelar malam itu juga, saya tidak sempat membuat persiapan apa pun. Biasanya untuk acara-acara seperti ini saya membuat sedikit slide untuk ditayangkan.

Akhirnya, karena tidak ada materi khusus yang saya siapkan, saya pun memberikan ceramah singkat kepada para santri tentang pentingnya menulis. Karena pendengarnya adalah santri, maka saya menceritakan tentang beberapa ulama yang produktif menulis kitab, seperti Ibn Taimiyah, Ibn Qayyim, Ibn Katsir dan lain-lain.

Untuk konteks Indonesia, tentu saya tidak mungkin memperkenalkan nama Pramoedya Ananta Toer kepada mereka. Saya cuma menyebut nama Hamka dan Hasbi Ash-Shiddiqiey, dua penulis paling produktif di masanya.

Malam itu, saya juga menyampaikan bahwa untuk bisa menulis hanya dibutuhkan kemauan. Ada pun kemampuan, pengetahuan dan hal-hal teknis lainnya dapat dipelajari perlahan seiring perjalanan waktu. Saya menekankan pada mereka agar menumbuhkan kemauan dan melakukan latihan yang terus-menerus.

Setelah menyampaikan beberapa materi singkat, saya pun memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya. Selanjutnya kami berdiskusi tentang berbagai hal terkait dunia kepenulisan melalui tanya-jawab.

Acara malam itu selesai pada sekira pukul sepuluh.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

Senandung Jampoek

Senandung Jampoek Penulis: Khairil Miswar Penerbit: Kawat Publishing ISBN: 978-602-50591-7-9 Cetakan: Pertama, 2020 Tebal: 282 halaman. Harga: Rp. 55.000 (Pingiriman wilayah Aceh + ongkir Rp. 5000). Minat Hubungi WA: 081360660766
khairilmiswar
About khairilmiswar 281 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*