Tradisi Jak bak Teungku

388 Views

Di hari raya, selain melaksanakan salat, umat Islam juga bersilaturrahim dengan keluarga, kerabat dan sahabat. Silaturrahim adalah salah satu ajaran Islam yang mesti dilestarikan.

Selain bersilaturrahim di lingkungan keluarga, hari raya juga kerap dijadikan momentum untuk mengunjungi guru. Khususnya di Aceh dikenal istilah Jak bak Teungku. Tradisi ini sering dilakukan di hari raya.

Tradisi Jak bak Teungku sudah berlangsung lama di Aceh dan masih lestari hingga saat ini, khususnya di kampung-kampung. Tradisi ini biasanya dilakukan pada hari raya kedua atau ketiga. Namun dalam pelaksanaannya sering tidak ada batasan. Artinya boleh dilakukan kapan saja.

Dulu, ketika masih belajar di dayah, saya bersama teman-teman juga sering melakukan tradisi ini. Kami berangkat bersama-sama menuju ke rumah teungku (guru mengaji). Terkadang kami berkunjung di siang hari dan di lain waktu kami juga pernah berkunjung di malam hari, selepas salat Magrib.

Sebelum berangkat, orangtua akan membekali kami dengan oleh-oleh seperti gula, roti atau pun kue-kue lainnya. Kadang-kadang kami juga membawa sedikit uang dalam amplop untuk diserahkan kepada teungku yang telah mengajarkan kami mengaji.

Namun seiring perjalanan waktu, karena tidak lagi mengaji, saya pun sudah jarang melakukan tradisi ini. Jika pun ada hanya sesekali dan tidak lagi rutin di setiap hari raya. Kendati pun begitu, kalau mendapat kabar teungku sedang sakit, saya akan tetap berusaha untuk berkunjung ke tempat beliau, meski sudah tidak lagi mengaji.

Walau pun saya sudah jarang mengunjungi teungku, namun saya tetap mengajarkan anak-anak saya untuk melanjutkan tradisi itu. Setiap hari raya, anak-anak saya bekali dengan sedikit oleh-oleh untuk Jak bak Teungku.

Tradisi ini memang harus terus dipertahankan agar silaturrahim dengan para teungku dan guru tetap terjaga. Teungku telah berjasa mengajarkan kita mengaji dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Tentu tidak ada salahnya jika kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan mereka melalui tradisi Jak bak Teungku.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

khairilmiswar
About khairilmiswar 283 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*