Penulis dan Kamus

322 Views

Kamus adalah salah satu referensi penting yang harus dimiliki oleh setiap penulis. Dalam dunia kepenulisan kamus menjadi acuan bagi penulis agar tidak terjadi penyalahgunaan bahasa dalam setiap teks yang ditulis.

Menulis dalam bahasa apa pun, kamus tetap diperlukan. Kamus dapat menyelamatkan penulis dari kekeliruan yang bersifat teknis. Meskipun bersifat teknis, namun kesalahan dalam penulisan sebuah kata tetap saja menganggu pembaca, khususnya pembaca yang melek bahasa.

Kesalahan penulisan kata ini tentunya sering kita temui, bahkan dalam media-media besar sekali pun. Kita mungkin pernah menemukan judul berita: “Polisi Menghadang Demonstran.” Sekilas tampak biasa saja, tapi jika merujuk ke kamus, kata-kata hadang (menghadang) tidak ada dalam kamus, yang ada adalah kata “adang” sehingga menjadi “mengadang.”

Demikian pula dengan kata hutang, hembus, isteri, putra, kadaluarsa dan seterusnya adalah contoh-contoh kesalahan penggunaan kata. Dalam KBBI kata-kata tersebut tertulis: Utang, embus, istri, putra dan kedaluarsa. Ini hanya sekadar contoh. Namun demikian kesalahan kata-kata ini sama sekali tidak mengubah makna sebab ia telah terpahami oleh pembaca. Kendati begitu, tidak ada salahnya jika kesalahan dimaksud diperbaiki.

Untuk penulisan dalam bahasa Indonesia, rujukan yang sering dipakai adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kamus ini sendiri selalu mengalami pembaruan dari waktu ke waktu.

Oleh sebab itu kamus bukanlah kitab suci yang sakral, sebab ia selalu mengalami perubahan. Namun demikian seorang penulis yang baik haruslah merujuk pada kamus.

Dalam praktik menulis, aksi merujuk ke kamus tidak perlu dilakukan di awal sebab ia akan menganggu proses kelahiran ide yang biasanya tiba-tiba dan sekejap. Kegiatan merujuk kamus dapat dilakukan ketika pokok-pokok pikiran sudah selesai ditulis sehingga ia tidak menganggu kerja-kerja menulis.

Untuk saat ini kegiatan merujuk kamus sudah terbilang mudah. Saat ini penulis tidak perlu lagi membuka lembaran-lembaran KBBI yang halamannya seribu lebih. Dengan kemajuan teknologi sekarang kita bisa mendownload aplikasi KBBI yang ada di playstore.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

khairilmiswar
About khairilmiswar 283 Articles
Khairil Miswar dilahirkan di Desa Cot Bada Baroh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada 24 Juli 1981 dari pasangan Ayahanda Drs. Tgk. H. Ismail Sarong dan Ibunda Hj. Mudiah Affan (Almarhumah). Menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis artikel di beberapa media dan menulis beberapa buku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*